PERSMA, 15 Agustus 2026 - Pelaksanaan
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Kedokteran
Universitas Borneo Tarakan tahun 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa baru
untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun karakter sebagai calon
tenaga kesehatan.
PKKMB Fakultas Kedokteran tahun ini
mengusung tema “TRILAMORIS”, yang memiliki keterkaitan dengan identitas
Fakultas Kedokteran yang kini memasuki angkatan ketiga. Ketua Umum Badan
Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran UBT, Andi Muhammad Dafa Alief Syauqy,
menjelaskan bahwa tema tersebut terinspirasi dari konsep trilaminar pada
perkembangan embrio.
“Trilaminar itu adalah tiga susunan
yang membentuk embrio atau manusia pada awalnya, yaitu mesoderm, endoderm, dan
ectoderm,” jelasnya. Sementara itu, kata Amoris dimaknai sebagai kasih
sayang dan kepedulian, yang dianggap penting dalam membentuk karakter seorang
calon dokter.
Menurutnya, profesi dokter
membutuhkan empati yang tinggi agar seorang dokter mampu memahami kondisi
pasien dan memberikan pelayanan yang sesuai. Nilai kasih sayang dan kepedulian
tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu karakter yang mulai dibangun sejak
mahasiswa memasuki lingkungan Fakultas Kedokteran.
Dalam pelaksanaan PKKMB FK 2026,
BEM FK tidak hanya berperan sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga terlibat
langsung dalam pembentukan kepanitiaan. Panitia pelaksana telah dibentuk
sekitar dua bulan sebelum kegiatan berlangsung melalui Departemen Pengembangan
Sumber Daya Mahasiswa.
Kepanitiaan tersebut tidak hanya
melibatkan anggota BEM dari berbagai departemen, tetapi juga mahasiswa yang
tidak tergabung dalam BEM. Selain menjadi panitia pelaksana, BEM FK turut
menjalankan fungsi pengawasan agar kegiatan berjalan sesuai rundown serta visi
dan misi organisasi.
Ketua Panitia PKKMB FK UBT 2026,
Dito, mengatakan persiapan kegiatan berlangsung kurang lebih satu setengah
bulan. Persiapan dilakukan sejak sebelum masa libur semester dan tetap
berlanjut selama masa liburan melalui rapat mingguan serta rapat koordinasi.
Menurut Dito, pembagian tugas yang
dilakukan sejak awal membuat persiapan kepanitiaan dapat berjalan cukup
terarah. Bahkan, ketika panitia kembali ke Tarakan, sekitar 80 persen pekerjaan
yang telah dibagi sebelumnya sudah terlaksana.
Di balik persiapan tersebut,
panitia menghadapi sejumlah tantangan. Dafa menyebut keterlambatan pencairan
anggaran menjadi salah satu kendala utama. Kondisi tersebut terjadi karena
terdapat beberapa Surat Keputusan yang
terlambat diusulkan ke pihak rektorat sehingga anggaran yang seharusnya dapat
diterima lebih awal ikut mengalami keterlambatan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut,
panitia kemudian mencari dukungan melalui sponsorship dari berbagai pihak.
Upaya tersebut membantu menutupi kebutuhan anggaran sehingga persiapan kegiatan
tetap dapat berjalan.
Sementara itu, Dito mengungkapkan
tantangan lain muncul karena waktu pelaksanaan PKKMB berdekatan dengan masa
libur semester. Banyak panitia yang berada di luar Tarakan sehingga koordinasi
harus dilakukan dari jarak jauh. Kondisi tersebut membuat komunikasi dan waktu
kedatangan panitia menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Untuk memastikan kegiatan tetap
berjalan sesuai rencana, panitia membagi sejumlah fungsi, termasuk koordinator
yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan dan kondisi mahasiswa baru selama
kegiatan berlangsung. Panitia juga ditempatkan di dalam maupun di luar lokasi
kegiatan untuk mengantisipasi kebutuhan teknis dan keterlambatan waktu.
Pendampingan terhadap mahasiswa
baru Fakultas Kedokteran UBT juga direncanakan tidak berhenti setelah rangkaian
PKKMB selesai. BEM FK akan menjalankan program pendampingan bagi mahasiswa baru
dengan sistem satu mahasiswa didampingi oleh satu kakak tingkat.
Pendampingan tersebut direncanakan
berlangsung selama satu semester. Program ini diharapkan membantu mahasiswa
baru beradaptasi dengan lingkungan Fakultas Kedokteran, terutama karena sistem pembelajaran
yang digunakan memiliki karakteristik berbeda, salah satunya penerapan sistem
blok.
Bagi Dafa, pendampingan menjadi
penting karena mahasiswa baru membutuhkan proses adaptasi terhadap lingkungan
akademik dan ekosistem Fakultas Kedokteran yang baru mereka masuki.
Sementara itu, Dito berharap
mahasiswa baru dapat mengikuti PKKMB dengan baik, memahami makna dari tema yang
diangkat, serta mampu melanjutkan perkuliahan dengan lancar setelah rangkaian
PKKMB berakhir. Ia juga berharap nilai yang dibawa dalam tema kegiatan dapat
diterapkan mahasiswa baru selama menjalani proses pendidikan di Fakultas
Kedokteran.


