Sabtu, 15 Agustus 2026

“TRILAMORIS” Jadi Identitas PKKMB FK UBT 2026, Tekankan Kasih Sayang dan Empati Calon Dokter

PERSMA, 15 Agustus 2026 - Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Kedokteran Universitas Borneo Tarakan tahun 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun karakter sebagai calon tenaga kesehatan.

PKKMB Fakultas Kedokteran tahun ini mengusung tema “TRILAMORIS”, yang memiliki keterkaitan dengan identitas Fakultas Kedokteran yang kini memasuki angkatan ketiga. Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran UBT, Andi Muhammad Dafa Alief Syauqy, menjelaskan bahwa tema tersebut terinspirasi dari konsep trilaminar pada perkembangan embrio.

“Trilaminar itu adalah tiga susunan yang membentuk embrio atau manusia pada awalnya, yaitu mesoderm, endoderm, dan ectoderm,” jelasnya. Sementara itu, kata Amoris dimaknai sebagai kasih sayang dan kepedulian, yang dianggap penting dalam membentuk karakter seorang calon dokter.

Menurutnya, profesi dokter membutuhkan empati yang tinggi agar seorang dokter mampu memahami kondisi pasien dan memberikan pelayanan yang sesuai. Nilai kasih sayang dan kepedulian tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu karakter yang mulai dibangun sejak mahasiswa memasuki lingkungan Fakultas Kedokteran.

Dalam pelaksanaan PKKMB FK 2026, BEM FK tidak hanya berperan sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga terlibat langsung dalam pembentukan kepanitiaan. Panitia pelaksana telah dibentuk sekitar dua bulan sebelum kegiatan berlangsung melalui Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa.

Kepanitiaan tersebut tidak hanya melibatkan anggota BEM dari berbagai departemen, tetapi juga mahasiswa yang tidak tergabung dalam BEM. Selain menjadi panitia pelaksana, BEM FK turut menjalankan fungsi pengawasan agar kegiatan berjalan sesuai rundown serta visi dan misi organisasi.

Ketua Panitia PKKMB FK UBT 2026, Dito, mengatakan persiapan kegiatan berlangsung kurang lebih satu setengah bulan. Persiapan dilakukan sejak sebelum masa libur semester dan tetap berlanjut selama masa liburan melalui rapat mingguan serta rapat koordinasi.

Menurut Dito, pembagian tugas yang dilakukan sejak awal membuat persiapan kepanitiaan dapat berjalan cukup terarah. Bahkan, ketika panitia kembali ke Tarakan, sekitar 80 persen pekerjaan yang telah dibagi sebelumnya sudah terlaksana.

Di balik persiapan tersebut, panitia menghadapi sejumlah tantangan. Dafa menyebut keterlambatan pencairan anggaran menjadi salah satu kendala utama. Kondisi tersebut terjadi karena terdapat beberapa Surat Keputusan  yang terlambat diusulkan ke pihak rektorat sehingga anggaran yang seharusnya dapat diterima lebih awal ikut mengalami keterlambatan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, panitia kemudian mencari dukungan melalui sponsorship dari berbagai pihak. Upaya tersebut membantu menutupi kebutuhan anggaran sehingga persiapan kegiatan tetap dapat berjalan.

Sementara itu, Dito mengungkapkan tantangan lain muncul karena waktu pelaksanaan PKKMB berdekatan dengan masa libur semester. Banyak panitia yang berada di luar Tarakan sehingga koordinasi harus dilakukan dari jarak jauh. Kondisi tersebut membuat komunikasi dan waktu kedatangan panitia menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Untuk memastikan kegiatan tetap berjalan sesuai rencana, panitia membagi sejumlah fungsi, termasuk koordinator yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan dan kondisi mahasiswa baru selama kegiatan berlangsung. Panitia juga ditempatkan di dalam maupun di luar lokasi kegiatan untuk mengantisipasi kebutuhan teknis dan keterlambatan waktu.

Pendampingan terhadap mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UBT juga direncanakan tidak berhenti setelah rangkaian PKKMB selesai. BEM FK akan menjalankan program pendampingan bagi mahasiswa baru dengan sistem satu mahasiswa didampingi oleh satu kakak tingkat.

Pendampingan tersebut direncanakan berlangsung selama satu semester. Program ini diharapkan membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan Fakultas Kedokteran, terutama karena sistem pembelajaran yang digunakan memiliki karakteristik berbeda, salah satunya penerapan sistem blok.

Bagi Dafa, pendampingan menjadi penting karena mahasiswa baru membutuhkan proses adaptasi terhadap lingkungan akademik dan ekosistem Fakultas Kedokteran yang baru mereka masuki.

Sementara itu, Dito berharap mahasiswa baru dapat mengikuti PKKMB dengan baik, memahami makna dari tema yang diangkat, serta mampu melanjutkan perkuliahan dengan lancar setelah rangkaian PKKMB berakhir. Ia juga berharap nilai yang dibawa dalam tema kegiatan dapat diterapkan mahasiswa baru selama menjalani proses pendidikan di Fakultas Kedokteran.

PKKMB Fakultas Kedokteran UBT 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kesiapan mereka menjalani perjalanan sebagai mahasiswa kedokteran.


V

Jumat, 14 Agustus 2026

BNI Dukung Lomba Baliho UBT, Buka Peluang Kolaborasi dengan Kegiatan Mahasiswa

PERSMA, 14 Agustus 2026 -  PT Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Tarakan menunjukkan dukungannya terhadap kegiatan mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) melalui keterlibatannya dalam lomba Baliho yang digelar dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Borneo Tarakan tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk awal kerja sama BNI dengan UBT dalam mendukung berbagai kegiatan di lingkungan kampus.

PK Experience Manager BNI Cabang Tarakan, Gali, mengatakan bahwa kehadiran BNI di UBT berawal dari adanya kegiatan lomba Baliho yang diselenggarakan dalam rangka menyambut mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, BNI kemudian berupaya menjalin kerja sama dengan UBT.

“Ke depannya BNI akan hadir sebagai salah satu solusi finansial untuk teman-teman, baik itu civitas ataupun kemahasiswaan,” ujar Gali.

Dalam kerja sama tersebut, BNI turut memberikan dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan, salah satunya melalui lomba Baliho. BNI berperan sebagai salah satu sponsor dan menyediakan hadiah bagi pemenang lomba.

Gali juga menyampaikan bahwa bentuk dukungan BNI tidak terbatas pada lomba Baliho. Kegiatan mahasiswa, termasuk yang diselenggarakan oleh UMKM maupun unit kegiatan mahasiswa, dapat menjalin komunikasi dengan BNI apabila membutuhkan dukungan atau keterlibatan pihak perbankan.

“Tidak menutup kemungkinan, misal teman-teman dari UMKM, UKM, ada kegiatan apa, boleh nanti sounding dengan kami. Karena kami sudah kerja sama dengan UBT,” jelasnya.

Dalam lomba Baliho, BNI turut memperhatikan sejumlah aspek sebagai bagian dari penilaian. Gali menyebut terdapat lima kriteria penilaian, dengan salah satu ketentuan tambahan berupa pencantuman marketing communication atau markom BNI.

Beberapa aspek yang diperhatikan meliputi ukuran Baliho, kreativitas, pesan yang disampaikan, teknis pengerjaan, hingga kesesuaian warna. Peserta juga diminta menambahkan logo BNI atau WONDR sesuai dengan ketentuan yang diberikan.

Menurut Gali, pihaknya juga aktif berkomunikasi dengan panitia maupun pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan untuk memastikan pesan, teknis, serta ketentuan Baliho dapat terpenuhi.

Gali memberikan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dari berbagai fakultas di UBT. Menurutnya, mahasiswa mampu memadukan pemanfaatan teknologi dengan keterampilan yang dimiliki secara personal.

“Teman-teman sangat kreatif. Saya lihat sangat kreatif. Jadi ada yang menggunakan teknologi dengan baik” ungkapnya.

Selain karya yang memanfaatkan teknologi, Gali juga memberikan perhatian terhadap karya yang dibuat secara manual. Menurutnya, salah satu karya menarik perhatian karena dibuat secara langsung menggunakan tangan, mulai dari proses menggambar hingga penggabungan warna.

Ia menilai setiap karya memiliki karakter dan kreativitas masing-masing fakultas. Kemampuan mahasiswa dalam memadukan teknologi dengan keterampilan personal dinilai menjadi salah satu hal menarik dari kegiatan tersebut.

“Harapan kami hal-hal yang seperti ini harusnya tetap menjadi core dan juga nanti akan diulang-ulang,” katanya.

Gali berharap lomba Baliho dapat terus dilaksanakan dan menjadi kegiatan yang ditunggu mahasiswa setiap tahunnya. Ia juga menyarankan agar kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi lebih meriah pada pelaksanaan berikutnya, salah satunya dengan menambahkan koreografi atau bentuk kegiatan pendukung lainnya.

Gali mengaku baru mengetahui bahwa kegiatan Baliho untuk menyambut mahasiswa di UBT turut dikemas dalam bentuk perlombaan. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

BNI pun menyatakan kesiapannya untuk terus hadir dan berdampingan dengan UBT dalam pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.

“Jadi nanti teman-teman tahu kalau Baliho setiap tahunnya, ini nanti akan siap berdampingan dengan Universitas Borneo Tarakan,” tutup Gali.

 

V

Mengawal Generasi Baru, FKIP Menggelar PKKMB 2026 Untuk Membentuk Pendidik yang Unggul, Berintegritas dan Berdaya Saing

PERSMA, 14 Agustus 2026 – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT) diikuti oleh 606 mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus, kehidupan akademik, serta berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Tahun ini, PKKMB FKIP mengusung tema “Menapaki Langkah Awal Menjadi Pendidik yang Unggul, Berintegritas, dan Berdaya Saing.” Tema tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru sebelum memasuki dunia perkuliahan.

Ketua Panitia PKKMB FKIP, Sasmita Amara Stefany, mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan selama kurang lebih satu setengah bulan, dimulai sejak 6 Juli hingga tahap finalisasi pada 9 Agustus 2026.

Menurut Sasmita, salah satu kendala yang dihadapi selama proses persiapan adalah sejumlah panitia yang berada di luar kota. Kondisi tersebut membuat proses persiapan pada awalnya hanya dilakukan oleh sebagian anggota. Namun, seluruh panitia akhirnya dapat berkumpul saat pelaksanaan PKKMB.

“Persiapannya kurang lebih satu setengah bulan, dari tanggal 6 Juli sampai 9 Agustus sudah finishing. Kendalanya ada panitia yang berada di luar kota, jadi yang bergerak hanya beberapa orang. Tapi alhamdulillah saat hari PKKMB panitia sudah terkumpul,” ujar Sasmita.

Ia menilai pelaksanaan PKKMB tahun ini berjalan dengan baik. Mahasiswa baru juga dinilai mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias dan senang hati. Penggunaan atribut yang sama bagi seluruh mahasiswa baru turut mendukung keteraturan selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Ketua Umum BEM FKIP UBT, Rendi Rahmatsyah, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, mengatakan BEM turut terlibat dalam mempersiapkan dan mendukung pelaksanaan PKKMB. Keterlibatan tersebut mencakup berbagai kebutuhan teknis dan persiapan kegiatan.

Rendi menyebut proses persiapan BEM berlangsung sekitar satu bulan. Waktu tersebut dinilai cukup terbatas karena berbagai kebutuhan dan konsep kegiatan harus disiapkan dalam waktu yang relatif singkat.

“Persiapannya cukup rumit, karena ada beberapa hal seperti gambaran, palang, dan gapura yang harus dipersiapkan. Waktunya juga cukup mepet,” ungkap Rendi.

Meski demikian, Rendi menilai koordinasi dan kerja sama antara BEM, panitia, serta pihak yang terlibat dalam kegiatan berjalan cukup baik. Menurutnya, seluruh pihak berupaya menjalankan tugas masing-masing agar pelaksanaan PKKMB dapat berlangsung dengan lancar.

Dari 606 mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB FKIP tahun ini, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjadi program studi dengan jumlah mahasiswa terbanyak. Posisi berikutnya ditempati oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK). Jumlah mahasiswa PGSD yang lebih banyak dibandingkan program studi lain juga disebut menjadi kondisi yang terjadi setiap tahun.

Selain menjadi kegiatan penyambutan, PKKMB diharapkan dapat memberikan bekal kepada mahasiswa baru dalam menghadapi kehidupan perkuliahan. Berbagai materi yang diberikan selama kegiatan menjadi bagian dari pengenalan terhadap lingkungan akademik maupun kehidupan kemahasiswaan di FKIP.

Sasmita berharap mahasiswa baru dapat memperoleh ilmu dan pengalaman yang bermanfaat selama mengikuti PKKMB serta menjadikannya sebagai bekal untuk menjalani kehidupan perkuliahan.

“Harapannya mahasiswa baru mendapatkan ilmu dan siap menghadapi dunia perkuliahan,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Rendi. Ia berharap mahasiswa baru FKIP angkatan 2026 dapat mengambil dan menerapkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti rangkaian PKKMB.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi seremoni penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk mulai mengenal lingkungan dan kehidupan kampus.

 

A

Rabu, 12 Agustus 2026

PKKMB FIKES UBT 2026 Dorong Mahasiswa Baru Kenali Lingkungan Kampus dan Bangun Kekeluargaan

PERSMA, 12 Agustus 2026 — Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Borneo Tarakan (UBT) tahun 2026 berlangsung selama dua hari. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan.

Pelaksanaan PKKMB FIKES tahun ini mengutamakan kegiatan yang bersifat edukatif dan interaktif. Selain memberikan pengenalan mengenai lingkungan kampus dan program studi, panitia juga berupaya menciptakan suasana kekeluargaan agar mahasiswa baru dapat merasa nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Ketua Umum BEM FIKES UBT, Natasya, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan dilakukan melalui koordinasi antara BEM dan panitia fakultas. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan PKKMB dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan memberikan manfaat bagi mahasiswa baru.

BEM FIKES turut mengambil peran dalam pelaksanaan kegiatan sebagai penyelenggara, pendamping mahasiswa baru, sekaligus penghubung komunikasi antara mahasiswa dengan pihak fakultas.

Natasya menjelaskan bahwa salah satu hal yang menjadi perhatian dalam PKKMB tahun ini adalah menciptakan kegiatan yang lebih edukatif, interaktif, dan mampu mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan FIKES.

Sementara itu, Ferdinan Ari Suwandi selaku penanggung jawab atau Ketua Panitia PKKMB FIKES 2026 mengatakan bahwa proses persiapan kegiatan mendapat dukungan dari berbagai organisasi mahasiswa yang berada di lingkungan FIKES. Keterlibatan sejumlah ormawa tersebut turut membantu panitia dalam mempersiapkan dan menjalankan kegiatan.

Meski demikian, panitia sempat menghadapi kendala dalam tahap persiapan, khususnya terkait aturan dari pihak rektorat yang diterima dalam waktu cukup dekat dengan pelaksanaan PKKMB. Kondisi tersebut membuat panitia harus menyesuaikan persiapan agar seluruh kegiatan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaannya, panitia juga berusaha mengurangi budaya senioritas. Konsep tersebut diarahkan untuk menciptakan suasana yang lebih terbuka sehingga mahasiswa baru dapat merasa dirangkul, dihargai, dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kampus.

Ferdinan berharap aturan mengenai pelaksanaan PKKMB dapat disampaikan lebih awal pada pelaksanaan berikutnya. Menurutnya, waktu persiapan yang lebih panjang akan membantu panitia menyusun kegiatan dengan lebih matang. Ia juga mengingatkan mahasiswa baru untuk lebih aktif membaca informasi dan tata tertib yang telah diberikan.

Respons positif datang dari mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut. Suci Nur Fadilah, mahasiswa baru Program Studi S1 Kebidanan FIKES UBT, mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan selama mengikuti PKKMB.

Suci menilai kegiatan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru sebelum dirinya memulai perkuliahan. Ia juga mengapresiasi kinerja panitia yang dinilai sigap dan sabar dalam menangani berbagai kendala selama kegiatan berlangsung.

Setelah mengikuti materi dan pengenalan program studi selama dua hari, Suci mengaku semakin siap untuk memulai perkuliahan di FIKES UBT. Ia memiliki target untuk membawa nama program studinya dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan meraih hasil terbaik.

Suci juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru lainnya agar tetap semangat menjalani perkuliahan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan.

“Jatuhnya tujuh kali, bangunnya delapan kali. Pokoknya jangan menyerah apa pun itu,” pesannya.

Sementara itu, Muhammad Riski Saputra, mahasiswa baru Program Studi S1 Psikologi FIKES UBT, turut memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan PKKMB tahun ini. Ia menilai suasana kegiatan berlangsung menyenangkan karena panitia mampu membangun kedekatan dengan mahasiswa baru.

Menurut Riski, materi dan pengenalan program studi yang diberikan selama PKKMB membantu mahasiswa baru memahami lingkungan perkuliahan. Ia pun mengaku semakin siap untuk memulai kehidupan akademik di FIKES UBT.

Riski berharap dapat menjadi mahasiswa yang berprestasi selama menjalani perkuliahan serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga berharap mahasiswa baru FIKES angkatan 2026 dapat menjalani masa perkuliahan dengan semangat dan terus mengembangkan diri.

Melalui PKKMB FIKES UBT 2026, panitia berharap mahasiswa baru tidak hanya memahami lingkungan dan sistem perkuliahan, tetapi juga mampu membangun hubungan yang baik dengan mahasiswa lain, dosen, senior, serta seluruh civitas akademika FIKES.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tahap awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dari kehidupan sekolah menuju perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan.

Minggu, 09 Agustus 2026

Wujudkan Generasi Agropreneur Berintegritas, Fakultas Pertanian UBT Sukses Gelar PKKMB 2026

PERSMA, 10 Agustus 2026 - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan (UBT) menjadi langkah awal bagi 215 mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, kehidupan akademik, hingga kegiatan kemahasiswaan.

Ketua Panitia PKKMB Fakultas Pertanian, Satria, mengatakan kegiatan PKKMB merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan sebagai bagian dari penerimaan mahasiswa baru. Tahun ini, jumlah mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB mencapai 215 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 180 mahasiswa.

“Tujuan utama fakultas melakukan kegiatan ini yaitu untuk menjalankan kegiatan tahunan untuk penerimaan mahasiswa baru,” ujar Satria.

PKKMB tahun ini mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Agropreneurship yang Kreatif, Mandiri, dan Berintegritas dalam Mengembangkan Potensi Lokal.” Menurut Satria, tema tersebut dipilih karena Fakultas Pertanian ingin melahirkan mahasiswa yang mampu mengembangkan potensi serta memberikan kontribusi bagi sektor pertanian, khususnya di Kalimantan Utara dan wilayah perbatasan.

Persiapan kegiatan dilakukan selama lebih dari satu bulan. Satria menyebut jumlah mahasiswa baru yang lebih banyak dari tahun sebelumnya menjadi salah satu tantangan bagi panitia dalam mempersiapkan pelaksanaan PKKMB. Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga difokuskan pada pengenalan jurusan kepada mahasiswa baru. Panitia membagi tugas dan menempatkan anggota di beberapa titik untuk mengawasi mahasiswa baru agar kegiatan dapat berjalan dengan kondusif.

Abdul Rahim, S.P., M.Si., Ph.D selaku Dekan Fakultas Pertanian UBT menilai pelaksanaan PKKMB tahun ini, baik di tingkat universitas maupun fakultas, berjalan dengan baik dan lancar. Ia juga melihat adanya beberapa inovasi baru dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, PKKMB penting untuk membantu mahasiswa baru mengenal kehidupan kampus. Pelaksanaan di Fakultas Pertanian dibagi dalam dua hari dengan materi yang berbeda. Pada hari pertama, mahasiswa baru mendapatkan informasi mengenai kegiatan akademik, pendidikan, pengajaran, serta kegiatan kemahasiswaan.

Selain itu, program studi juga memperkenalkan visi, misi, tujuan, serta profil masing-masing program studi kepada mahasiswa baru. Pada hari berikutnya, mahasiswa diajak mengenal lingkungan fakultas secara langsung dengan mengunjungi berbagai ruangan dan laboratorium. Pengenalan tersebut dilakukan agar mahasiswa baru tidak kebingungan ketika nantinya membutuhkan layanan atau menggunakan fasilitas yang ada di Fakultas Pertanian. Mereka juga diperkenalkan dengan ruangan dosen, laboratorium, ruang kuliah, hingga gedung dekanat.

“Paling tidak mereka mengenal lah. Kan kalau kami kebetulan di sini hampir setiap lab itu ada foto dosennya. Dan semua foto dosen itu ada di ruangan-ruangan itu sehingga mereka bisa mengenal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Pertanian UBT Periode 2026, Rachmad Juanda Ramadhan, mengatakan BEM turut berperan sebagai fasilitator dan penggerak kegiatan dalam membantu mahasiswa baru mengenal lingkungan kampus. BEM juga berupaya mengenalkan nilai kepemimpinan, solidaritas, dan tanggung jawab kepada mahasiswa baru. Dalam mengenalkan budaya akademik dan organisasi, BEM memperkenalkan berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi, pelatihan, kepanitiaan, program kerja, hingga pengabdian kepada masyarakat. Menurut Rachmad, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melatih kerja sama dan kepemimpinan.

Dekan Fakultas Pertanian berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan PKKMB sebagai bekal awal sebelum menjalani kehidupan perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa akan berinteraksi dengan senior dan mendapatkan berbagai pengalaman mengenai kehidupan kampus setelah kegiatan PKKMB selesai. Ia juga berharap mahasiswa baru dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan yang memiliki suasana berbeda dari masa SMA.

“Sehingga mereka bisa secara cepat beradaptasi untuk mengikuti kegiatan perkuliahan atau kegiatan di kampus ini yang tentu berbeda 180 derajat dengan waktu di SMA,” tuturnya.

Hal serupa juga menjadi harapan panitia. Satria berharap mahasiswa baru dapat termotivasi setelah mengikuti PKKMB dan menerapkan materi yang telah disampaikan oleh para pemateri dalam kehidupan perkuliahan mereka. Rachmad juga berpesan kepada mahasiswa baru untuk berani mencoba hal-hal baru selama menjalani proses perkuliahan.

“Jadilah generasi yang berani bermimpi, berani berproses, dan berani berkontribusi. Jangan takut mencoba hal baru karena setiap langkah kecil akan membawa perubahan besar,” pesannya.

Sabtu, 08 Agustus 2026

Anggota Staf BEM UBT Sampaikan Aspirasi pada Kegiatan PKKMB 2026

PERSMA – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kamis (6/8), diwarnai penyampaian aspirasi oleh seorang anggota staf Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBT yang menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan organisasi tersebut.

Dalam wawancara usai aksi, seorang anggota staf BEM UBT menjelaskan bahwa aksi dilakukan sebagai bentuk keresahan terhadap arah kepemimpinan BEM UBT. Ia menilai organisasi belum menjalankan fungsinya secara maksimal sebagai representasi mahasiswa, terutama dalam menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Menurutnya, BEM sebagai organisasi kemahasiswaan memiliki tanggung jawab untuk menjalankan perannya sebagai agent of change atau agen perubahan. Namun, hingga saat ini ia menilai belum terdapat langkah nyata yang dilakukan untuk mengangkat isu-isu masyarakat perbatasan. Oleh karena itu, dalam aksi tersebut ia menyampaikan tuntutan agar Ketua BEM UBT mengundurkan diri dari jabatannya.

Menanggapi pertanyaan mengenai pelaksanaan aksi yang berlangsung di tengah kegiatan PKKMB, ia menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan yang telah lama dirasakan. Ia menegaskan bahwa keputusan melakukan aksi telah dipertimbangkan, meskipun bertepatan dengan agenda penyambutan mahasiswa baru.

Ia juga mengungkapkan bahwa aksi tidak dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak universitas. Menurutnya, langkah tersebut diambil karena adanya kekhawatiran aspirasi yang ingin disampaikan tidak akan memperoleh ruang. Ia menegaskan bahwa aksi dilakukan untuk menjaga idealisme mahasiswa serta memperjuangkan kepentingan masyarakat tanpa dilandasi kepentingan pribadi maupun kelompok.

Di akhir wawancara, ia kembali menegaskan tuntutannya agar Ketua BEM UBT mundur dari jabatannya. Ia juga menyatakan kesiapannya apabila pihak Universitas Borneo Tarakan maupun BEM UBT membuka ruang dialog atau audiensi guna membahas tuntutan yang telah disampaikan.

Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ketua BEM UBT maupun Universitas Borneo Tarakan terkait aspirasi dan tuntutan yang disampaikan oleh anggota staf BEM UBT tersebut.

Kamis, 06 Agustus 2026

PKKMB UBT 2026 Berlangsung Lancar, Panitia Harap Mahasiswa Baru Aktif dan Nyaman Berkuliah

PERSMA, 6 Agustus 2026 – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Borneo Tarakan (UBT) Tahun 2026 berlangsung selama dua hari, dimulai pada tanggal 4 Agustus - 5 Agustus 2026 di GOR Tipe B Tarakan dengan diikuti sebanyak 2.173 mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, kehidupan akademik, serta organisasi kemahasiswaan di Universitas Borneo Tarakan.

Ketua Panitia PKKMB 2026, Ahmad Mohan, mengatakan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan secara matang bersama seluruh panitia yang berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti BEM Universitas, BEM Fakultas, BPM Fakultas, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Menurutnya, koordinasi antar panitia berjalan cukup baik sehingga pelaksanaan kegiatan dapat dipersiapkan dengan maksimal.

Meski demikian, panitia masih menghadapi beberapa kendala selama masa persiapan. Dari target 100 orang panitia yang ditetapkan, tingkat kehadiran panitia saat persiapan hanya mencapai sekitar 80 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memaksimalkan pembagian tugas di lapangan.

Terkait konsep kegiatan, Ahmad menjelaskan bahwa seluruh konsep dan rangkaian acara ditentukan oleh pihak kemahasiswaan Universitas Borneo Tarakan, sedangkan panitia bertugas menjalankan seluruh konsep tersebut selama kegiatan berlangsung di lapangan.

Selama pelaksanaan PKKMB, panitia menilai kegiatan berjalan dengan baik. Antusiasme mahasiswa baru terlihat dari tingginya jumlah peserta yang mencapai 2.173 orang. Panitia berharap pada pelaksanaan PKKMB di tahun mendatang jumlah panitia maupun peserta dapat terus meningkat sehingga kegiatan dapat berlangsung lebih meriah dan efektif.

Sementara itu, mahasiswa baru dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi PGSD, Salsabila Zahra, mengaku senang dapat mengikuti PKKMB 2026. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang menyenangkan sebagai awal memasuki dunia perkuliahan.

"Kesan saya sangat senang bisa mengikuti PKKMB 2026 ini. Semangat juga untuk adik-adik di tahun berikutnya," ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Tabroni dan rekannya, Jaki, mahasiswa baru lulusan SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 1. Mereka mengaku mendapatkan pengalaman yang positif selama mengikuti kegiatan karena panitia dinilai ramah dan materi yang diberikan bermanfaat sebagai bekal memasuki kehidupan perkuliahan.

"Alhamdulillah cukup senang karena kakak-kakak panitianya asik dan kami juga banyak mendapat materi untuk nanti masuk kuliah. Ke depannya semoga PKKMB bisa lebih baik lagi dan lebih meriah agar semakin banyak calon mahasiswa yang tertarik masuk UBT," kata Tabroni.

Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan harapan agar mahasiswa baru dapat merasa nyaman selama menempuh pendidikan di Universitas Borneo Tarakan, aktif mengikuti perkuliahan, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Selasa, 04 Agustus 2026

Sambut Mahasiswa Baru, UBT Gelar PKKMB 2026 dengan Kolaborasi BEM dan Pihak Kampus

PERSMA UBT,  04 Agustus Tarakan – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Borneo Tarakan (UBT) Tahun 2026 mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa baru. Hal tersebut terlihat sejak hari pertama kegiatan, ketika sejumlah peserta telah hadir di lokasi sejak pukul 05.00 WITA, lebih awal dari waktu yang ditentukan panitia.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Borneo Tarakan, Ariandy Fahreza menjelaskan bahwa persiapan PKKMB telah dimulai sejak Juni 2026 melalui koordinasi intensif dengan pihak universitas. Menurutnya, konsep kegiatan merupakan hasil penyatuan gagasan antara pihak universitas dan BEM agar pelaksanaan PKKMB berjalan sesuai tujuan.

"Sejak awal Juni kami sudah mulai berkomunikasi dengan pihak universitas terkait konsep PKKMB. Kami juga memiliki konsep sendiri, sehingga kedua konsep tersebut disatukan agar pelaksanaan PKKMB tahun ini dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Ia menambahkan, BEM Universitas berperan besar dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung kegiatan. Dari total sekitar 100 panitia yang terlibat, sekitar 60 persen berasal dari BEM Universitas, sementara sisanya merupakan delegasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), BEM Fakultas, dan BPM Fakultas.

Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB 2026, Ahmad Mohan, mengakui bahwa proses persiapan bukanlah hal yang mudah. Ia mengatakan pengalaman pertamanya memimpin kepanitiaan menjadi tantangan tersendiri dalam mengoordinasikan ratusan panitia dari berbagai organisasi kemahasiswaan.

"Awalnya kami diminta membentuk panitia sebanyak 100 orang. Anggotanya berasal dari delegasi UKM, BEM Fakultas, dan BPM Fakultas yang masing-masing memiliki perwakilan," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, panitia juga menghadapi sejumlah kendala. Ahmad menyebut beberapa panitia tidak dapat hadir tepat waktu karena memiliki agenda magang, bekerja, maupun kegiatan pelatihan. Bahkan, pada hari pertama masih terdapat panitia yang datang melewati waktu yang telah ditentukan.

Meski demikian, ia menilai jalannya kegiatan tetap berlangsung dengan baik. Menurutnya, konsep pelaksanaan PKKMB sepenuhnya berasal dari pihak kemahasiswaan, sedangkan panitia bertugas mengimplementasikan konsep tersebut di lapangan.

Di sisi lain, Ketua BEM mengaku terkesan dengan semangat mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB. Ia mengatakan kehadiran peserta sejak dini hari menjadi bukti tingginya antusiasme mereka dalam memulai kehidupan sebagai mahasiswa.

"Kami meminta peserta datang pukul 06.00 WITA, tetapi ada yang sudah hadir sejak pukul 05.00 WITA. Hal itu menunjukkan semangat mereka sangat tinggi. Melihat antusiasme tersebut, kami sebagai panitia juga ikut bersemangat dan teringat masa ketika pertama kali menjadi mahasiswa baru," tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap PKKMB tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu membentuk karakter mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa baru diharapkan dapat memahami dan menjalankan empat fungsi utama mahasiswa, yakni Agent of Change, Social Control, Iron Stock, dan Moral Force selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia juga menyampaikan harapannya kepada seluruh mahasiswa baru angkatan 2026 agar mampu menjadi mahasiswa yang aktif, rajin, dan menjaga solidaritas antarsesama selama menjalani kehidupan di kampus.

"Semoga mahasiswa baru angkatan 2026 bisa menjadi mahasiswa yang baik, rajin, dan tetap solid satu sama lain," pesannya.

Melalui PKKMB 2026, pihak penyelenggara berharap semangat yang ditunjukkan mahasiswa baru pada hari pertama tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan selesai, melainkan terus tumbuh hingga mereka menyelesaikan pendidikan di Universitas Borneo Tarakan.

“TRILAMORIS” Jadi Identitas PKKMB FK UBT 2026, Tekankan Kasih Sayang dan Empati Calon Dokter

PERSMA , 15 Agustus 2026 - Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Kedokteran Universitas Borneo Taraka...