PERSMA, 14 Agustus 2026 – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT) diikuti oleh 606 mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus, kehidupan akademik, serta berbagai kegiatan kemahasiswaan.
Tahun ini, PKKMB FKIP
mengusung tema “Menapaki Langkah Awal Menjadi Pendidik yang Unggul,
Berintegritas, dan Berdaya Saing.” Tema tersebut menjadi bagian dari upaya
fakultas dalam memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru sebelum memasuki
dunia perkuliahan.
Ketua Panitia PKKMB FKIP,
Sasmita Amara Stefany, mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan selama
kurang lebih satu setengah bulan, dimulai sejak 6 Juli hingga tahap finalisasi
pada 9 Agustus 2026.
Menurut Sasmita, salah satu
kendala yang dihadapi selama proses persiapan adalah sejumlah panitia yang
berada di luar kota. Kondisi tersebut membuat proses persiapan pada awalnya
hanya dilakukan oleh sebagian anggota. Namun, seluruh panitia akhirnya dapat
berkumpul saat pelaksanaan PKKMB.
“Persiapannya kurang lebih
satu setengah bulan, dari tanggal 6 Juli sampai 9 Agustus sudah finishing.
Kendalanya ada panitia yang berada di luar kota, jadi yang bergerak hanya
beberapa orang. Tapi alhamdulillah saat hari PKKMB panitia sudah terkumpul,”
ujar Sasmita.
Ia menilai pelaksanaan
PKKMB tahun ini berjalan dengan baik. Mahasiswa baru juga dinilai mengikuti
rangkaian kegiatan dengan antusias dan senang hati. Penggunaan atribut yang
sama bagi seluruh mahasiswa baru turut mendukung keteraturan selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Ketua Umum
BEM FKIP UBT, Rendi Rahmatsyah, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan
Konseling, mengatakan BEM turut terlibat dalam mempersiapkan dan mendukung
pelaksanaan PKKMB. Keterlibatan tersebut mencakup berbagai kebutuhan teknis dan
persiapan kegiatan.
Rendi menyebut proses
persiapan BEM berlangsung sekitar satu bulan. Waktu tersebut dinilai cukup
terbatas karena berbagai kebutuhan dan konsep kegiatan harus disiapkan dalam
waktu yang relatif singkat.
“Persiapannya cukup rumit,
karena ada beberapa hal seperti gambaran, palang, dan gapura yang harus
dipersiapkan. Waktunya juga cukup mepet,” ungkap Rendi.
Meski demikian, Rendi
menilai koordinasi dan kerja sama antara BEM, panitia, serta pihak yang
terlibat dalam kegiatan berjalan cukup baik. Menurutnya, seluruh pihak berupaya
menjalankan tugas masing-masing agar pelaksanaan PKKMB dapat berlangsung dengan
lancar.
Dari 606 mahasiswa baru
yang mengikuti PKKMB FKIP tahun ini, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah
Dasar (PGSD) menjadi program studi dengan jumlah mahasiswa terbanyak. Posisi
berikutnya ditempati oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK). Jumlah mahasiswa
PGSD yang lebih banyak dibandingkan program studi lain juga disebut menjadi
kondisi yang terjadi setiap tahun.
Selain menjadi kegiatan
penyambutan, PKKMB diharapkan dapat memberikan bekal kepada mahasiswa baru
dalam menghadapi kehidupan perkuliahan. Berbagai materi yang diberikan selama
kegiatan menjadi bagian dari pengenalan terhadap lingkungan akademik maupun kehidupan
kemahasiswaan di FKIP.
Sasmita berharap mahasiswa
baru dapat memperoleh ilmu dan pengalaman yang bermanfaat selama mengikuti
PKKMB serta menjadikannya sebagai bekal untuk menjalani kehidupan perkuliahan.
“Harapannya mahasiswa baru
mendapatkan ilmu dan siap menghadapi dunia perkuliahan,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan
Rendi. Ia berharap mahasiswa baru FKIP angkatan 2026 dapat mengambil dan
menerapkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti rangkaian PKKMB.
Menurutnya, kegiatan
tersebut bukan hanya menjadi seremoni penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga
menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk mulai mengenal lingkungan dan kehidupan
kampus.
A
Tidak ada komentar:
Posting Komentar