PERSMA, 08 Juli 2026 - Angkatan Monarki 2025 Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan menggelar seminar Justice League bekerja sama dengan Bank Indonesia pada Senin (29/6/2026) di Lantai 4 Rektorat Universitas Borneo Tarakan. Kegiatan yang menjadi puncak rangkaian Justice League ini bertujuan membangun semangat berorganisasi sekaligus meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai keterkaitan hukum, kebijakan ekonomi, serta pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Seminar ini mengangkat tema sinergi regulasi hukum dan kebijakan ekonomi guna meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap peran hukum dalam menjawab berbagai isu ekonomi nasional.
Ketua Panitia Justice League
menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berawal dari kerja sama dengan Bank
Indonesia yang memberikan dukungan sekaligus kesempatan untuk menyampaikan
materi edukasi kepada mahasiswa. Panitia berperan sebagai fasilitator dengan
menyediakan tempat dan waktu agar sosialisasi dapat terlaksana secara optimal.
Menurutnya, Justice League lahir
dari semangat Angkatan Monarki 2025 untuk menciptakan perubahan serta
meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan organisasi.
"Kami mempunyai pemikiran yang
sama untuk membuat perubahan. Kami ingin mengajak mahasiswa agar lebih aktif,
mengenal kehidupan kampus, dan berkembang melalui pengalaman
berorganisasi," ujarnya.
Sebelum seminar dilaksanakan,
Justice League telah menyelenggarakan beberapa kegiatan, di antaranya Lomba
Cerdas Cermat pada 15–16 Juni 2026 serta Lomba Futsal antar mahasiswa
Universitas Borneo Tarakan pada 17–20 Juni 2026. Seminar bersama Bank Indonesia
menjadi penutup sekaligus puncak dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Pemilihan Bank Indonesia sebagai
mitra dinilai relevan dengan tema yang diusung. Materi mengenai Cinta, Bangga,
dan Paham (CBP) Rupiah serta perlindungan konsumen dipandang mampu memberikan
wawasan kepada mahasiswa mengenai keterkaitan antara aspek hukum dan kondisi
ekonomi yang sedang berkembang.
"Kami ingin menghadirkan
seminar yang tidak hanya membahas hukum, tetapi juga bagaimana hukum dapat
menjawab berbagai persoalan ekonomi saat ini melalui kolaborasi dengan Bank
Indonesia," jelas Ketua Panitia.
Selain memperluas wawasan peserta,
seminar ini juga menjadi sarana untuk mendorong mahasiswa Angkatan Monarki 2025
agar lebih aktif mengikuti organisasi dan kepanitiaan. Panitia berharap Justice
League menjadi langkah awal dalam membangun solidaritas sekaligus meningkatkan
partisipasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Hukum.
Sementara itu, Ketua Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum menilai kegiatan tersebut memiliki
manfaat besar dalam meningkatkan literasi keuangan mahasiswa. Menurutnya,
pemahaman mengenai kebijakan Bank Indonesia merupakan bagian penting dari wawasan
hukum dan kehidupan bermasyarakat.
"Mahasiswa perlu memahami
bagaimana rupiah sebagai mata uang negara diatur dan dilindungi melalui
berbagai kebijakan. Hal ini menjadi dasar pengetahuan yang penting bagi
masyarakat," ungkapnya.
Ia juga menilai sosialisasi
mengenai CBP Rupiah sangat relevan, khususnya bagi mahasiswa yang berasal dari
wilayah perbatasan yang berinteraksi dengan lebih dari satu mata uang.
Lebih lanjut, Ketua BEM Fakultas
Hukum berharap kolaborasi antara Bank Indonesia dan Universitas Borneo Tarakan
dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh edukasi
mengenai kebijakan moneter, perlindungan konsumen, serta literasi keuangan.
Melihat antusiasme peserta selama
seminar berlangsung, panitia mengaku bangga karena mahasiswa tetap hadir dan
aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan meskipun pelaksanaan seminar
bertepatan dengan masa libur akademik. Peserta juga terlibat aktif dalam
berbagai sesi, termasuk fun games yang diselenggarakan panitia.
Di akhir kegiatan, Ketua BEM
Fakultas Hukum memberikan apresiasi kepada Angkatan Monarki 2025 atas
keberhasilannya menyelenggarakan Justice League. Ia berharap semangat tersebut dapat
terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan organisasi di masa mendatang.