Jumat, 19 Juni 2026

Aliansi Tarakan Bergerak Gelar Aksi di DPRD Tarakan, Soroti BBM hingga Transparansi APBD

PERSMA, 20 Juni 2026 – Massa yang tergabung dalam Aliansi Tarakan Bergerak menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kota Tarakan, Senin (15/6/2026). Aksi yang diikuti mahasiswa, pemuda, buruh, dan elemen masyarakat tersebut membawa sembilan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat maupun daerah.

Koordinator Lapangan Aksi, Anhari Firdaus, mengatakan tuntutan tersebut merupakan bentuk keresahan masyarakat terhadap berbagai kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada rakyat.

"Kami membawa sembilan tuntutan yang lahir dari keresahan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada rakyat," ujarnya.

Sembilan tuntutan tersebut meliputi penurunan harga BBM dan bahan pokok, penguatan nilai tukar rupiah, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, revisi Undang-Undang TNI dan Polri, pemurnian alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan dan kesehatan, peningkatan kesejahteraan guru di Kalimantan Utara, transparansi APBD Kota Tarakan, pelibatan publik dalam proses penyusunan kebijakan, serta percepatan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.

Selain tuntutan nasional, massa aksi juga menyoroti kebijakan pemindahan pusat pemerintahan Kota Tarakan yang dinilai menghabiskan anggaran besar di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Menurut Anhari, penurunan harga BBM menjadi tuntutan yang paling mendesak. Ia menilai keterbatasan kuota BBM subsidi berpotensi membuat masyarakat beralih ke BBM non-subsidi dengan harga yang jauh lebih tinggi.

"Ketika stok BBM subsidi habis, masyarakat akan beralih ke BBM non-subsidi yang harganya saat ini mencapai sekitar Rp17 ribu per liter di Kalimantan Utara. Itu yang menjadi perhatian utama kami," katanya.

Dalam dialog bersama DPRD Kota Tarakan, mahasiswa juga menuntut keterbukaan informasi terkait APBD. Mereka menilai masyarakat perlu mengetahui besaran anggaran daerah dan alokasi penggunaannya agar fungsi pengawasan publik dapat berjalan dengan baik.

Mahasiswa turut mempertanyakan prioritas pembangunan daerah, termasuk proyek pemindahan pusat pemerintahan yang dinilai menyedot anggaran besar dibandingkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Anhari mengungkapkan DPRD Kota Tarakan telah menerima seluruh tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Namun, mahasiswa akan terus mengawal realisasi tuntutan dan menyiapkan langkah lanjutan apabila tidak ada tindak lanjut yang jelas.

"Kami akan tetap melakukan pengawasan. Jika tuntutan ini tidak dilaksanakan, mahasiswa akan kembali melakukan konsolidasi untuk mendesak pemerintah maupun DPRD menyelesaikan persoalan ini," tegasnya.

Sementara itu, Jenderal Lapangan Aksi, Iqbal, meminta pemerintah dan DPRD segera merealisasikan tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan masyarakat.

Iqbal juga menekankan pentingnya partisipasi publik dalam proses pembuatan kebijakan. Menurutnya, DPRD perlu membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan terhadap kebijakan yang dibuat.

"Publik harus dilibatkan dalam pembuatan kebijakan. Jika ada kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, maka masyarakat harus bisa mengoreksi," katanya.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah dan DPRD tidak hanya menerima aspirasi secara administratif, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Aliansi Tarakan Bergerak Gelar Aksi di DPRD Tarakan, Soroti BBM hingga Transparansi APBD

PERSMA, 20 Juni 2026 – Massa yang tergabung dalam Aliansi Tarakan Bergerak menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kota Tarakan, Se...